Archive for March, 2008

Hening (2)

Monday, March 31st, 2008

Hening

Tau kah kau bahwa tiap kali kudengar lagu “Luat Pahae” air mataku selalu mengalir untukmu?
Lagu ini selalu mengingatkanku akan dirimu dan semua tentangmu
Entah kenapa lagu ini bisa membuatku menangis dan berhenti sejenak untuk mengenang semua perjuanganmu
Tau kah kau bahwa tiap kali kudengar lagu “Bridge Over Trouble Water” aku selalu tak kuasa menahan tangisku?
Sepertinya engkau mengirimkan lagu ini khusus untukku
Engkau masih saja menjaga kekuatanku dengan lagu ini
Sepertinya engkau mau mengingatkanku bahwa ada DIA yang tak akan pernah meninggalkanku baik dalam suka atau duka, baik kenyang atau lapar atau baik saat banyak teman atau sendiri

Hening

Bapak…….aku sangat mencintaimu dan mengasihimu

Hening

Bapak….
Kau akan selalu tetap hidup dalam hatiku selama aku mengenangkanmu

Bapak….
Aku akan menjaga kenangan itu baik-baik di dalam hatiku dan tak seorangpun yang akan mengambilnya

Bapak….
Aku bangga sekali punya ayah sepertimu
Buatku engaku tak tergantikan oleh siapapun dan oleh apapun

Bapak……
Jangan pernah lelah menungguku
Karena suatu saat aku akan menemuimu dan kita kan bersama-sama lagi
Kita akan jalan-jalan lagi dengan keretamu dan pergi ke tempat-tempat yang kita suka
Memelihara banyak ayam dan memberinya makan serta merawatnya
Memelihara banyak bunga-bunga bougenville kesukaanmu dengan macam-mavam warna
Membeli banyak roti kesukaanmu
Meminum teh dan kopi di sore hari lengkap dengan pisang goreng kesukaaanmu

Bapak……………………………………………………….
Aku sangat merindukanmu
Bantulah aku menjalani hidupku tanpamu
Bantulah aku, kumohon………………………………..
sehingga saat aku kembali lagi menemuimu engkau tersenyum dan bergegas hendak menemuiku secepat yang engkau bisa
dan kau berkata :”aku bangga sekali padamu, nak!”
dan kita berdua bersama-sama menemui DIA mengucapkan terima kasih banyak padaNYA karena telah begitu baik pada kita begitu mengasihi kita berdua

Bapak……………………………………………………………………………..
Banyak hal yang belum kukatakan padamau
Banyak hal yang belum kubuktikan
Banyak hal yang belum kulakukan untuk membahagiakanmu
Tapi aku tak akan berhenti hanya karena itu semua
Aku akan tetap melangkah meskipun semua terasa lamban
Kini langkah-langkahku terasa jelas dan pasti
Karena aku tau siapa yang akan kutuju

Bapak……………………………………………………………………………………………….
Percayalah aku sangat mengasihimu dan hingga kini pun masih merindukanmu
Belum pernah aku merasakan rindu yang sebesar ini pada seseorang
Hanya kepadamulah
Dan rasanya sakit sekali
Hingga ke tulang-tulang
Dadaku sesak tiap kali merindukanmu
Air mataku selalu mengalir untukmu
Aku tau yang kurindukan tak akan hidup kembali di bumi ini
Hanya kenangannya yang senantiasa menyalakan cahaya di hatiku

Hening

Dalam keheningan dan kebisuan
Ku selalu berkata “Selamat pagi Bapak! Apa kabarmu? Kau sarapan apa pagi ini?”, Selamat siang Pak! Apa yang sedang kau kerjakan sekarang?, Selamat sore Pak! Mau kubuatkan kopi?, Selamat malam Pak! Semoga tidur nyeyak dan mimpi indah!”

Hening

Bapak………………………………………………………………………………………………………….
Engakulah malaikat pelindungku

Hening

Kepergianmu yang begitu cepat membuatku rapuh
dan waktuku sangat singkat sekali
Bapakku
Aku akan melakukan hal-hal baik yang kau teladankan dalam hidupmu
Meski terasa lamban yang penting sampai tujuanku
Dan aku tau kemana tujuanku
Aku tak akan merubah arah atau menyimpang
Karena DIA telah mendidikku melalui engkau
DIA yang terus menjagaku sampai akhir hayat hidupku
DIA yang telah memimpinmu hingga akhir hidupmu
DIA juga yang akan memimpinku
PERCAYALAH !

Medan, 31 Maret 2008
Pkl 14.02

Puisi ini kupersembahkan untuk Bapakku yang terkasih Jaholong Saragi Sidauruk untuk mengenang segala kebaikannya, perjuangannya dan teladannya.
Terima Kasih.

Hening (1)

Sunday, March 30th, 2008

Hening

Sejak kepergiaanya hidupku terasa hening
Dia tak akan mungkin kembali lagi
Tak akan pernah

Hening

Tiap kali saat aku sangat merindukannya
Tapi aku tak bisa menemuinya lagi
Bahkan melihat wajahnya atau hanya sekedar mendengar celotehanya
Hanya fotonya yang tersisa di dinding-dinding rumah kami

Hening

Dia meninggalkan banyak kenangan di hidupku
Semuanya terasa menyenangkan pada akhirnya

Hening

Taukah kau bahwa aku kembali untukmu?
Dalam doa ku selalu berharap bisa kembali lagi bersamamu
Berbahagia bersamamu
Membahagiakanmu
Menepati janji-janjiku untukmu

Hening

Kini kau pergi untuk selamanya dan tak akan pernah kembali lagi
Taukah kau bahwa aku sangat merindukanmu?
Sangaaaaaatttttttttttttt…………….

Hening

Kau telah memenangkan pertandingan dengan baik
Aku tau itu
Semua terlihat jelas di wajahmu
Untuk yang terakhir kali dalam hidupku
kau masih memberiku sebuah senyuman kedamaian yang tak pernah terlupakan olehku
Kau genggam tanganmu dengan tenang
Disana terlihat jelas perngorbanan dan kerja keras yang kauberikan untukku dan semua orang
Aku masih ingat kulitmumu yang dingin di tubuh kakumu
Aku masih bisa merasakan kasar dan hangatnya rambut-rambut yang tumbuh di alismu dan sekitar mulutmu
Aku masih ingat betapa bahagianya saat menciummu untuk terakhir kalinya
Sepanjang hidupmu kau tak jemu-jemunya berbuat baik
Sepanjang hidupmu kau tak suka merepotkan orang lain
Bagiki kau lebih dari seorang pemenang

Hening

Sinar mentari masuk ke kamarku melalui kisi-kisi jendela
Kehangatannya selalu mengingatkanku pada dirimu
Aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku :
“Apa yang sedang kau lakukan saat ini Pak?
Apakah kau sudah makan? Apakah kau sudah minum?
Apakah disana banyak makanan? Banyak roti?
Kau selalu punya persediaan banyak roti di rumahmu
Apakah DIA sangat baik padamu Pak?
Apakah DIA menjamumu dan memperlakukanmu dengan sangat baik Pak?”

Aku sangat merindukanmu……..Tau kah kau? Bisakah kau mendengarku Pak?

Hening

Tak ada yang berubah dalam rumahmu Pak
Kami semua sangat merindukanmu dan menyayangimu
Justru sikap jugulmu yang sangat kami rindukan

Hening

Tau kah kau bahwa semua tanaman yang tumbuh di pekarangan kita
ikut sedih melepas kepergianmu
Bahkan ayam peliharaan Bapak tak selera makan
Aku tau kau sangat sayang dengan ayam-ayam itu
Aku masih ingat setiap kali kau pulang kerja
Ayam-ayam peliharaanmu itu menyambutmu dengan meriahnya
Wajah ayam-ayam itu sangat senang tiap kali kau pulang ke rumah
Mereka bergegas berlari-lari ke rumah menyambutmu
Tau kah kau Pak sampai sekarang aku masih terheran-heran kenapa yam-ayam itu bisa mengenalimu dengan baik
Padahal jumlah mereka puluhan bahkan ratusan
Saat pagi hari engkau melepaskan mereka dari kandangnya
Bagaimana mungkin mereka bisa tau bahwa yang datang itu kau?

Hening

Aku juga ingat bagaimana engkau merawat si Doris dengan telatennya
Doris anjing pertama dan terakhir kita

Hening

Kau meninggalkan banyak kenangan bagi kami semua
Kenangan yang manis, kenangan yang pahit
Namun mengapa semua akhirnya terasa manis

Hening

Bagiku kau melebihi seorang Bapak
Bagiku kau seperti malaikat pelindungku dan pembelaku
Bagiku kau juga seorang Guru
Bagiku kau juga seorang sahabat yang selalu kurindukan
Taukah kah engkau, Pak?
Apakah kau bisa merasakannya?
Bahwa aku sangat mencintaimu dan merindukanmu

Hening

Aku pernah bertanya dalam hatiku :
“Untuk apa aku dilahirkan ke dunia ini?”
Kini aku mengerti kenapa aku ada dan hadir di dunia ini
Engkau lah sumber kebahagiaanku
Aku sangat berbahagia menjadi anakmu
Anak kesayanganmu

Hening

Tau kah kau bahwa semenjak kepergianku tiang-tiang penyangga hidupku runtuh, hanyut terbawa gelombang air laut lalu hilang lenyap entah kemana?
Tiang-tiangku kau pergi ke tempat pelabuhan abadi
Aku tau itu
Tau kah kau tiang-tiangku bahwa aku sangat berbahagia pernah memilikimu dan disanggah olehmu?

Hening

Aku sangat merindukanmu Pak
Aku rindu membuat kenangan-kenangan itu lagi bersamamu
Tapi tak bisa
Dunia kita berbeda
Aku berjanji akan melakukannya bersama yang lain
Aku janji !
Hingga saat aku kembali lagi bersamamu
Aku akan bercerita banyak hal tentang kenangan-kenangan yang kubuat khusus dan hanya untukmu
Aku akan melakukannya bukan denganmu tapi dengan dia….atau dia…. yang juga rindu sama sepertimu

Hening

Aku sangat merindukanmu
Aku tak bisa berhenti mengatakannya

Hening

Pak…………., rasanya kau masih-masih bersamaku
Engkau memang tidak bisa kulihat atau kuraba lagi
Tapi kenangan-kenangan bersamau tak henti-hentinya berbicara tentangmu
Aku tak bisa menyangkalnya
Menikmatinya dalam keheningan dan kebisuan membuat suaramu jelas terdengar
Pak…………, aku akan terus berjuang dengan penuh kesabaran dan ketabahan
seperti yang kau selalu tunjukkan dalam hidupmu
Aku akan tetap bertekun sebagaimana engkau selalu bertekun dalam segala usaha dan pekerjaanmu
Pak……….., kepergianmu membuatku begitu lemah dan sedih
Tiang-tiang hidupku pergi untuk selamanya dan tak lagi menopang hidupku
Syukurlah masih ada DIA yang senantiasa memegang tanganku
Hanya kepada-NYA lah aku menyampaikan segala keinginanku, keluh kesahku, marahku dan doaku
Kau telah menunjukkan padaku arti seorang BAPA
Engkau telah pergi dan kini bersama-sama dengan DIA
Aku tak akan takut hanya karena dunia kita berbeda dan jarak yang memisahkan kita
Seorang BAPA akan tetap selalu MEMIMPIN anak-anakNYA meskipun IA tak lagi bersama-sama dengan dia yang dikasihinya
Seorang BAPA akan tetap selalu MEMIMPIN anak-anakNYA meskipun secara jarak mereka sangat jauh secara kasat mata
Seorang BAPA akan tetap merindukan anak-anakNYA dan tak akan pernah melupakannya
Sayap-sayapNYA selalu menjaga dia
Sayap-sayapNYA selalu menaungi dia yang dikasihiNYA

* bersambung