Hening (2)
Hening
Tau kah kau bahwa tiap kali kudengar lagu “Luat Pahae” air mataku selalu mengalir untukmu?
Lagu ini selalu mengingatkanku akan dirimu dan semua tentangmu
Entah kenapa lagu ini bisa membuatku menangis dan berhenti sejenak untuk mengenang semua perjuanganmu
Tau kah kau bahwa tiap kali kudengar lagu “Bridge Over Trouble Water” aku selalu tak kuasa menahan tangisku?
Sepertinya engkau mengirimkan lagu ini khusus untukku
Engkau masih saja menjaga kekuatanku dengan lagu ini
Sepertinya engkau mau mengingatkanku bahwa ada DIA yang tak akan pernah meninggalkanku baik dalam suka atau duka, baik kenyang atau lapar atau baik saat banyak teman atau sendiri
Hening
Bapak…….aku sangat mencintaimu dan mengasihimu
Hening
Bapak….
Kau akan selalu tetap hidup dalam hatiku selama aku mengenangkanmu
Bapak….
Aku akan menjaga kenangan itu baik-baik di dalam hatiku dan tak seorangpun yang akan mengambilnya
Bapak….
Aku bangga sekali punya ayah sepertimu
Buatku engaku tak tergantikan oleh siapapun dan oleh apapun
Bapak……
Jangan pernah lelah menungguku
Karena suatu saat aku akan menemuimu dan kita kan bersama-sama lagi
Kita akan jalan-jalan lagi dengan keretamu dan pergi ke tempat-tempat yang kita suka
Memelihara banyak ayam dan memberinya makan serta merawatnya
Memelihara banyak bunga-bunga bougenville kesukaanmu dengan macam-mavam warna
Membeli banyak roti kesukaanmu
Meminum teh dan kopi di sore hari lengkap dengan pisang goreng kesukaaanmu
Bapak……………………………………………………….
Aku sangat merindukanmu
Bantulah aku menjalani hidupku tanpamu
Bantulah aku, kumohon………………………………..
sehingga saat aku kembali lagi menemuimu engkau tersenyum dan bergegas hendak menemuiku secepat yang engkau bisa
dan kau berkata :”aku bangga sekali padamu, nak!”
dan kita berdua bersama-sama menemui DIA mengucapkan terima kasih banyak padaNYA karena telah begitu baik pada kita begitu mengasihi kita berdua
Bapak……………………………………………………………………………..
Banyak hal yang belum kukatakan padamau
Banyak hal yang belum kubuktikan
Banyak hal yang belum kulakukan untuk membahagiakanmu
Tapi aku tak akan berhenti hanya karena itu semua
Aku akan tetap melangkah meskipun semua terasa lamban
Kini langkah-langkahku terasa jelas dan pasti
Karena aku tau siapa yang akan kutuju
Bapak……………………………………………………………………………………………….
Percayalah aku sangat mengasihimu dan hingga kini pun masih merindukanmu
Belum pernah aku merasakan rindu yang sebesar ini pada seseorang
Hanya kepadamulah
Dan rasanya sakit sekali
Hingga ke tulang-tulang
Dadaku sesak tiap kali merindukanmu
Air mataku selalu mengalir untukmu
Aku tau yang kurindukan tak akan hidup kembali di bumi ini
Hanya kenangannya yang senantiasa menyalakan cahaya di hatiku
Hening
Dalam keheningan dan kebisuan
Ku selalu berkata “Selamat pagi Bapak! Apa kabarmu? Kau sarapan apa pagi ini?”, Selamat siang Pak! Apa yang sedang kau kerjakan sekarang?, Selamat sore Pak! Mau kubuatkan kopi?, Selamat malam Pak! Semoga tidur nyeyak dan mimpi indah!”
Hening
Bapak………………………………………………………………………………………………………….
Engakulah malaikat pelindungku
Hening
Kepergianmu yang begitu cepat membuatku rapuh
dan waktuku sangat singkat sekali
Bapakku
Aku akan melakukan hal-hal baik yang kau teladankan dalam hidupmu
Meski terasa lamban yang penting sampai tujuanku
Dan aku tau kemana tujuanku
Aku tak akan merubah arah atau menyimpang
Karena DIA telah mendidikku melalui engkau
DIA yang terus menjagaku sampai akhir hayat hidupku
DIA yang telah memimpinmu hingga akhir hidupmu
DIA juga yang akan memimpinku
PERCAYALAH !
Medan, 31 Maret 2008
Pkl 14.02
Puisi ini kupersembahkan untuk Bapakku yang terkasih Jaholong Saragi Sidauruk untuk mengenang segala kebaikannya, perjuangannya dan teladannya.
Terima Kasih.
July 19th, 2008 at 12:20 pm
Salam kenal ya..
Panjang banget puisinya.. jadi teringat juga saya sama orang tua yang ada di Bona Pasogit, Tarutung..
Bridge Over Troubled Water juga favorit saya..
Horas..